BLANTERWISDOM101

Pengertian Reksadana, Jenis, Keuntungan dan Risikonya

Pengertian Reksadana, Jenis, Keuntungan dan Risikonya
Pengertian Reksadana, Jenis, Keuntungan dan Risikonya



Pengertian Reksadana

calonrich.my.id-Reksadana adalah Instrumen dalam wadah dan pola pengelolahan modal maupun dana sekumpulan para investor yang dikelola untuk melakukan investasi diinstrument-intrument investasi yang tersedia dipasar modal dengan cara membeli unit pernyertaan reksadana. kemudian dana atau modal tersebut dikelola oleh manager Invetasi untuk diinvestasikan di portofolio kedalam investasi anda, seperti Reksadana saham, obligasi, pasar uang, ataupun instrument reksadana lainya.

Reksadana sudah  diatur di Undang-undang. tertera di Pasar Modal Nomor 8 tahun 1995. Reksadana akan di awasi aktivitasnya oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ). Jadi kalian tidak perlu khawatir jika menginvestasikan uang anda di intrument reksadana.

Jenis Reksadana 

Setelah kalian sudah paham pengertiannya sekarang kita bahas Jenis Jenis Reksadana, banyak sekali jenis jenis instrument reksadana ini. 


1.Reksadana Konvesional

Reksadana saham adalah reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat ekuitas (saham)
  • Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat utang.
  • Reksadana Pasar Uang
Reksadana pasar uang adalah reksadana yang melakukan investasi 80% sampai 100% pada efek pasar uang yaitu efek hutang yang berjangka kurang dari satu tahun, seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI)Deposito Berjangka, dan Obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun.
  • Reksadana Campuran
Reksadana campuran adalah reksadana yang melakukan investasi dalam efek ekuitas dan efek utang yang perbandingannya tidak termasuk dalam kategori reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham

2. Reksadana Terstruktur

  • Reksadana terproteksi
Reksadana Terproteksi adalah reksadana memberikan jaminan kepada para investor bahwa dana yang di investasikan pada produk ini diharaokan sekurang kurangnya tetap sama jumalah investasi awal.
  • Reksadana Penjaminan
Reksadana Penjamin adalah reksadana yang memberikan jaminan atas nilai investasi awal pada saat jatuh tempo.
  • Reksadana Indeks
Reksadana indeks adalah jenis reksadana yang di jalankan memperoleh keuntungan yang mirip dengan reksadana acuan baik obligasi atau indeks saham

3. Reksadana Real Estate

Reksadana Real Estate seperti namanya  Reksadana ini maneger investasi anda akan membelikan dan mengelolakan uang anda ke gedung misal gedung perkantoran dan gedung apartement.

4. Reksadana ETF ( Exchange Trade Fund)

Reksadana ETF adalah suatu  bentuk reksadana dimana asetnya akan di kucurkan dananya pada suatu indeks tertentu seperti JII, Lq 45.

5.Reksadana Syariah

Reksadana Syariah merupakan produk reksadana yang terpusat dan mengacu kepada sistem keuangan syariah islam dengan berpedoman kaidah kaidah dan peraturan islam. jadi uang, dana atau modal kalian tidak diinvestasikan pada instrument reksadana yang produknya bertentangan dengan syariah islam seperti makanan minuman yang mengandung alkohol, daging babi, rokok, perhotelan dan jasa keuangan konvesiinal seperti bank yang menggunakan bunga sebagai imbal hasilnya reksadana ini harus mempunyai izin dan fatwa dari dewan syariah nasiaonal dibawah majelis ulama indonesia (MUI).

Keuntungan Investasi Reksadana

Reksa Dana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain

:

  1. Dikelola oleh manajemen profesional

    Pengelolaan portofolio suatu Reksa Dana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran Manajer Investasi sangat penting mengingat Pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisis harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.
  2. Diversifikasi investasi

    Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksa Dana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila seorang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara individu.
  3. Transparansi informasi

    Reksa Dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat. Pengelola Reksa Dana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga Investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.
  4. Likuiditas yang tinggi

    Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, Pemodal dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing Reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. Reksadana terbuka wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid.

  5. Biaya Rendah, Untung maksimal

    Karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi. Rata-rata investasi reksadana dapat memberikan keuntungan hingga 20% dalam waktu satu tahun.

Biaya transaksi akan menjadi lebih rendah dibandingkan apabila Investor individu melakukan transaksi sendiri di bursa.

Resiko Berinvestasi Reksadana



Untuk melakukan investasi Reksa Dana, Investor harus mengenal jenis risiko yang berpotensi timbul apabila membeli Reksadana.


 1. Risiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan

Penurunan ini disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portofolio Reksadana tersebut mengalami penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal. Penyebab penurunan harga pasar portofolio investasi Reksadana bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat kinerja bursa saham yang memburuk, terjadinya kinerja emiten yang memburuk, situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu, Kondisi sosial seperti bencana alam dan keamanan dan masih banyak penyebab fundamental lainnya.

2. Risiko Likuiditas

Potensi risiko likuiditas ini bisa terjadi apabila pemegang Unit Penyertaan reksadana pada salah satu Manajer Investasi tertentu ternyata melakukan penarikan dana dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama. Istilahnya, Manajer Investasi tersebut mengalami rush (penarikan dana secara besar-besaran) atas Unit Penyertaan reksadana. Hal ini dapat terjadi apabila ada faktor negatif yang luar biasa sehingga memengaruhi investor reksadana untuk melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan reksadana tersebut. Faktor luar biasa tersebut di antaranya berupa situasi politik dan ekonomi yang memburuk, terjadinya penutupan atau kebangkrutan beberapa emiten publik yang saham atau obligasinya menjadi portofolio Reksadana tersebut, serta dilikuidasinya perusahaan Manajer Investasi sebagai pengelola Reksadana tersebut.
Jika aset atau efek dalam portofolio suatu Reksadana tidak likuid (sulit dicairkan), maka sulit bagi Manajer Investasi untuk menjual kembali portofolio Reksadana dengan cepat, akan menyebabkan pembayaran hasil investasi kepada investor akan tertunda. Selain itu, jika terjadi force majeure, maka penjualan kembali unit penyertaan Reksadana akan dihentikan untuk sementara.

3. Risiko Pasar

Risiko Pasar adalah situasi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis. Istilah lainnya adalah pasar sedang mengalami kondisi bearish, yaitu harga-harga saham atau instrumen investasi lainnya mengalami penurunan harga yang sangat drastis. Risiko pasar yang terjadi secara tidak langsung akan mengakibatkan NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang ada pada Unit Penyertaan Reksadana akan mengalami penurunan juga. Oleh karena itu, apabila ingin membeli jenis Reksadana tertentu, Investor harus bisa memperhatikan tren pasar dari instrumen portofolio Reksadana itu sendiri.

4. Risiko Default

Risiko Default terjadi jika pihak Manajer Investasi tersebut membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut masih baik-baik saja sehingga pihak emiten tersebut terpaksa tidak membayar kewajibannya. Risiko ini hendaknya dihindari dengan cara memilih Manajer Investasi yang menerapkan strategi pembelian portofolio investasi secara ketat.

Terima kasih telah berkunjung jangan lupa tunggu konten di Youtube,IG dan Blog kami semoga bermanfaat karena Semua orang berhak kaya.
Share This :
Yudha Wahyu Pratama

Humanity Balanced Religion ⤵️ Success Before 30 Mahasiswa, Investor , Pecinta Hewan,IT & Alam, Aktivis

0 comments

Berkomentar lah dengan Bijak dan Sopan !!